Tuesday, April 22, 2014

1957 (seri hewan)

Seri Hewan 1957
Terdiri dari pecahan 5, 10, 25, 50, 100, 500, 1000 dan 2500 rupiah
Serta pecahan 5000 rupiah yang tidak diterbitkan



Seri hewan merupakan seri paling menarik, paling dicari dan memiliki tingkat kesulitan paling tinggi dibanding seri2 lainnya. Untuk melengkapi seri ini dibutuhkan waktu yang lama, kerja keras dan dana yang sangat besar. Beberapa pecahan yaitu 10 dan 25 rupiah memiliki harga yang fantastis dan sangat2 sukar didapatkan.
Semua pecahan seri hewan tidak memiliki tahun penerbitan, tetapi walaupun demikian seri ini memiliki gambar dan warna yang sangat menarik dan bersifat universal. Setiap orang di seluruh dunia pasti mengetahui nama2 hewan yang tercetak di seri ini, sehingga tidak heran menjadi incaran para kolektor mancanegara.


Pecahan 5 rupiah


Bergambar orang utan di bagian depan dan candi Prambanan di bagian belakang, memiliki tiga variasi nomor seri, yaitu 1 huruf, 2 huruf dan 3 huruf. Variasi 1 huruf sangat sukar ditemukan dan biasanya berada dalam kondisi kurang baik. Variasi 1 huruf yang UNC jarang sekali ditemukan dan memiliki nilai jual sangat tinggi.
Variasi 2 huruf UNC cukup sering ditemukan apalagi dengan variasi 3 hurufnya sangat mudah didapatkan. Harga UNC kedua variasi tersebut berkisar Rp. 350.000 perlembarnya.


Orang utan 5 rupiah 1957 variasi 3 nomor seri

Pecahan 10 rupiah

Bergambar Rusa di bagian depan dan perahu kora2 di bagian belakang. Pecahan ini ditarik kembali setelah sempat beredar selama beberapa hari. Sehingga tingkat kesulitan untuk mendapatkan pecahan 10 rupiah sangatlah tinggi. Sebagian besar versi yang tersedia di pasaran adalah versi SPECIMEN. Harga pecahan 10 rupiah versi SPECIMEN saat ini bernilai jutaan rupiah, sedangkan versi beredarnya tidak dapat ditentukan karena sangat langka dan hampir tidak pernah terlihat.



Rusa 10 rupiah 1957

Pecahan 25 rupiah


Seperti juga dengan pecahan 10 rupiah, pecahan 25 rupiah yang bergambar badak ini hanya beredar beberapa hari sehingga tingkat kesulitan uang ini juga sama besarnya dengan pecahan 10 rupiah. Harga versi SPECIMEN nya sama dengan pecahan 10 rupiah sedangkan versi beredarnya sangat-sangat langka sehingga harga pasaran juga tidak dapat dipastikan. Kedua pecahan 10 dan 25 rupiah ini merupakan kunci dari semua uang terbitan Bank Indonesia. Hanya beberapa gelintir kolektor saja yang memiliki kedua pecahan ini.



Badak 25 rupiah 1957


Pecahan 50 rupiah

Bergambar buaya di bagian depan dan mesjid Raya Deli di bagian belakang, terdiri dari 2 variasi nomor seri yaitu satu huruf dan dua huruf. Variasi satu huruf jauh lebih sulit didapatkan daripada variasi dua huruf dan berharga sekitar satu setengah kali nya. Harga UNC variasi 2 huruf pecahan ini sekitar Rp.750.000,- perlembarnya.



Buaya 50 rupiah 1957 variasi 1 dan 2 huruf


Pecahan 100 rupiah

Pecahan yang bergambar tupai ini merupakan pecahan yang paling mudah didapat dan berharga jual di bawah pecahan2 lainnya, pecahan ini mempunyai tiga variasi nomor seri yaitu satu huruf, dua huruf dan tiga huruf. Seperti yang lainnya pecahan variasi satu huruf lebih sulit didapatkan dibandingkan variasi2 lainnya. Harga UNC variasi dua huruf dan tiga huruf adalah sama yaitu berkisar antara Rp.500.000, sementara harga variasi satu huruf sekitar satu setengah sampai dua kalinya.

Tupai 100 rupiah 1957 variasi 1, 2 dan 3 huruf

Pecahan 500 rupiah


Pecahan bergambar macan ini merupakan salah satu uang kertas yang paling dicari oleh para kolektor baik lokal maupun mancanegara. Gambarnya yang bagus dengan tema universal disertai warna yang sangat menarik membuat uang ini semakin lama semakin sulit ditemukan. Pecahan 500 rupiah ini terdiri dari dua variasi yaitu satu huruf dan dua huruf. Tingkat kesulitan maupun harga variasi satu huruf berlipat-lipat dibandingkan variasi dua huruf. Harga kondisi VF variasi dua huruf saat ini berkisar sekitar Rp.2 jutaan dan untuk UNC nya menurut data terakhir sudah melebihi Rp.7,5 juta perlembarnya. Sangat tidak masuk akal bukan? Karena beberapa tahun yang lalu pecahan ini sangat banyak ditemukan dan harganyapun hanya berkisar ratusan ribu sampai Rp.1 jutaan untuk kondisi UNC. Saat ini hampir tidak mungkin kita menemukannya dengan harga sedemikian.


Macan 500 rupiah 1957 variasi 1 dan 2 huruf


Pecahan 1000 rupiah


Seperti pada pecahan 500 rupiah, uang yang bergambar gajah ini juga sangat digemari oleh para kolektor. Semakin lama semakin sukar untuk mendapatkan jenis yang UNC sehingga harganyapun semakin membumbung tinggi. Terdapat dua variasi nomor seri, satu huruf dan dua huruf. Variasi satu huruf tentu saja lebih sukar didapatkan dibanding variasi dua huruf, sehingga harganyapun juga lebih tinggi sekitar 2 kalinya. Harga variasi dua huruf kondisi EF sekitar Rp.1,5 juta dan UNC sudah melampaui angka 2 jutaan rupiah.



Gajah 1000 rupiah 1957 variasi 1 dan 2 huruf


Pecahan 2500 rupiah


Bergambar komodo, dengan bentuk yang besar dan corak yang menawan merupakan salah satu uang kertas yang paling diburu. Pecahan ini relatif mudah didapatkan bahkan yang UNC nya pun masih bisa diperoleh di kisaran harga Rp.2 juta. Terdiri dari tiga variasi nomor seri, satu huruf, dua huruf dan dua huruf diatas satu huruf. Variasi satu huruf sangat langka dan sangat sulit ditemukan sehingga harganyapun berlipat2 dibandingkan variasi2 lainnya.




Komodo 2500 rupiah 1957 variasi lengkap

Pecahan 5000 rupiah (tidak beredar)


Pecahan yang bergambar banteng ini merupakan salah satu kunci dari seluruh uang kertas yang pernah beredar di Indonesia. Pecahan 5000 rupiah ini berukuran sangat besar (190 x 97 mm) bahkan merupakan uang kertas Indonesia yang mempunyai ukuran terbesar. Pecahan berwarna merah ini tidak jadi diterbitkan dan hanya terdapat dalam bentuk SPECIMEN bernomor seri 5000A 0000, walaupun menurut kabar angin terdapat bentuk versi yang beredarnya. Harga pecahan ini tidak dapat ditentukan karena sangat langka dan amat jarang beredar di kalangan kolektor. Menurut rumor terbaru harganya berkisar di antara Rp.25 juta perlembarnya.
Karena harganya yang sangat tinggi maka tidak heran beredar bentuk palsunya. Salah satu ciri yang membedakan adalah ukuran versi yang palsu jauh lebih kecil dari aslinya, dan tentu saja warnanya tidak seterang aslinya. Mengapa ukuran uang yang palsu bisa lebih kecil dari yang asli? Bila ada diantara teman-teman yang memiliki buku katalog uang kertas ecisi 1996 bisa membuka halaman 130 yang berisi informasi tentang uang ini. Di bagian ukuran uang tertulis angka 170 x 86 mm dan angka ini jelas salah. Saya tidak tahu apakah kesalahan ini disengaja atau tidak oleh penulisnya, yang pasti ukuran uang yang asli jauh lebih besar dari ukuran tersebut. Karena ukuran 170 x 86 mm yang tertera di buku maka para pemalsu menganggap bahwa ukuran tersebut yang benar sehingga mereka membuat copy sesuai ukuran itu. Hal ini sedikit banyak menguntungkan para kolektor pemula yang belum begitu paham tentang keaslian suatu uang.



Banteng 5000 rupiah 1957 (tidak beredar)

Selain bentuk beredarnya, seri binatang juga terdapat bentuk2 lain seperti bentuk SPECIMEN dan bentuk PROOF.


SPECIMEN SET seri Hewan 1957


Bentuk SPECIMEN lebih mudah ditemukan daripada bentuk PROOF dan beberapa kali dijual di lelang2 baik lokal maupun internasional. Pada salah satu lelang terkenal di Jakarta beberapa saat yang lalu dijual satu set lengkap seri hewan dalam bentuk SPECIMEN dengan harga pembukaan Rp.51.750.000 belum termasuk fee sekitar 15%.



Bentuk yang lebih sukar ditemukan adalah bentuk PROOF. Bentuk yang satu ini mempunyai beberapa variasi, ada yang tanpa cap SPECIMEN tetapi terdapat tulisan PROOF di bagian kiri bawah.
Bentuk Proof variasi pertama


Terdapat juga variasi berupa lubang kecil2 bertulisan CANCELLED menyilang di bagian tengah, dengan nomor seri PROOF berupa tulisan di bagian atas.




Variasi PROOF seperti ini sangat jarang ditemukan dan berharga jual jauh di atas bentuk SPECIMEN.
Bentuk proof lain:

Proof beda warna yang sangat langka
.

Inspection die proof yang sangat langka
.
.


Kesimpulan dari seri Hewan 19571. Seri paling diburu oleh semua kolektor
2. Seri paling sulit dicari dan paling mahal, membutuhkan dana sedikitnya 50 jutaan untuk melengkapi seri ini
3. Merupakan seri penentu atau kunci dari seluruh uang kertas Indonesia. Merupakan impian tiap kolektor untuk melengkapi seri ini
4. Selain bentuk beredarnya juga terdapat bentuk-bentuk SPECIMEN dan PROOF
5. Tingkat kesulitan dari seri ini:
- Bentuk beredar dari pecahan 10 dan 25 rupiah (sangat sulit dan sangat mahal)
- Bentuk PROOF
- Pecahan 5000 SPECIMEN
- Pecahan 10 dan 25 SPECIMEN
- Pecahan2 SPECIMEN lainnya
- Variasi satu huruf pecahan 2500 (tersulit), 500, 1000, 5 dan 100 rupiah
- Variasi lainnya pecahan UNC dari 500 (macan), 1000 (gajah), 2500 (komodo)
- Variasi 2 atau 3 huruf pecahan 5 (orang utan) dan 100 (tupai) adalah yang termurah dan terbanyak ditemukan


Kritik dan saran hubungi arifindr@gmail.com

1954 dan 1956 (seri sukubangsa)

SERI SUKUBANGSA I (1954) dan II (1956)

Terdiri dari pecahan satu dan dua setengah rupiah, relatif mudah didapatkan dan berharga tidak terlalu mahal.
Seri Sukubangsa 1954 di tandatangani oleh Dr. Ong Eng Die bernilai jual sekitar 10 ribu rupiah perlembar UNC




Seri sukubangsa 1954, terdiri dari pecahan 1 dan 2,5 rupiah


Seri Sukubangsa II 1956 ditandatangani oleh Mr. Jusuf Wibisono, memiliki gambar yang sama persis dengan yang 1954 dan bernilai jual kurang lebih sama.


Seri Sukubangsa 1956 terdiri dari pecahan 1 dan 2,5 rupiah
.
.
Seri sukubangsa merupakan seri yang paling mudah ditemukan, bahkan bentuk gepokannyapun juga masih banyak tersedia, tidak heran harganyapun juga sangat murah. Pecahan 1 rupiahnya karena bergambar perempuan jawa yang cantik maka seringkali dipakai sebagai mas kawin.

1951 dan 1953 (seri pemandangan alam)

Seri Pemandangan Alam I 1951 dan Seri Pemandangan Alam II 1953


Terdiri dari pecahan 1 dan 2,5 rupiah


Disebut seri pemandangan alam I karena pada tahun 1953 juga diterbitkan seri pemandangan alam II dengan gambar yang sama tetapi beda tanda tangan. Seri pertama ini ditandatangani oleh Mr. Sjafrudin Prawiranegara bertahun 1951 dan yang kedua oleh Drs. Soemitro Djojohadikoesoemo bertahun 1953. Kedua seri ini dicetak oleh Security Banknote Company.

Karena masa edar yang lebih singkat, seri pemandangan alam II sedikit lebih sukar ditemukan dibandingkan yang pertama sehingga harganyapun sedikit lebih mahal. Semua pecahan seri pemandangan alam relatif mudah ditemukan termasuk yang UNC nya sekalipun. Karena itu bagi para kolektor pemula rasanya tidak akan mengalami kesulitan untuk melengkapi seri ini dengan kondisi yang terbaik.
Harga seri pemandangan alam I tahun 1951 yang UNC sekitar Rp.30.000,- perlembar baik untuk pecahan 1 maupun 2,5 rupiah dan untuk seri pemandangan alam II sekitar Rp.50.000,- perlembar.
Beberapa waktu yang lalu, Security Banknote Company melalui salah satu balai lelang di Amerika melelang bentuk specimen, uncut dan proof dari seri ini. Bentuk yang tidak lazim ini sangat langka ditemukan dan tentu saja bernilai sangat tinggi.




Jenis proof pemandangan alam I, perhatikan perbedaannya bila dibandingkan dengan jenis yang beredar antara lain angka 1 dan 2,5 yang lebih besar, adanya tulisan Security Banknote Company di bagian bawah, gambar pohon kelapa yang berbeda serta adanya burung garuda pada sisi kanan pecahan 1 rupiah.


Bentuk specimen dari pecahan 2,5 rupiah (1951)



Bentuk uncut dari pecahan 1 rupiah (1953)

Kesimpulan seri pemandangan alam I dan II

1. Sangat mudah menemukan yang berkondisi UNC
2. Harga relatif murah


3. Terdapat bentuk-bentuk yang tidak lazim seperti proof, specimen dll

1952 (seri kebudayaan)

Terdiri dari pecahan 5, 10, 25, 50, 100, 500 dan 1000 rupiah



Seri kebudayaan adalah seri pertama yang dicetak oleh Bank Indonesia, sehingga mempunyai nilai sejarah yang kental.

Seri ini sangat diminati oleh para kolektor lokal maupun mancanegara karena memiliki gambar dan corak yang sangat menarik. Tingkat kelangkaan seri ini sangat bervariasi tergantung dari nomor seri dan kualitasnya. Kita akan bahas satu persatu.

Pecahan 5 rupiah:
.
Terdiri dari 3 variasi nomor seri yaitu 1 huruf , 2 huruf dan 3 huruf. Tingkat kesulitan mendapatkan 1 huruf berlipatganda bila dibandingkan dengan yang lainnya, apalagi pada kondisi UNC. Tidak heran bila harganyapun berlipat-lipat dibandingkan variasi lainnya.

Pecahan 5 rupiah seri kebudayaan 1952 variasi 1,2 dan 3 huruf



Pecahan 10 rupiah:

Terdiri dari 3 variasi nomor seri yaitu: Percetakan Johan Enschede en Zonen (JEZ) 2 huruf, JEZ 3 huruf dan Pertjetakan Kebajoran 3 huruf. Variasi pertama sedikit lebih sukar ditemukan, sedangkan kedua variasi lainnya relatif mudah didapat.

Pecahan 10 rupiah seri kebudayaan 1952 lengkap dengan variasi nomor seri




Pecahan 25 rupiah:

Juga terdiri dari 3 variasi yaitu JEZ 2 huruf, JEZ 3 huruf dan Pertjetakan Kebajoran 3 huruf. Tingkat kesulitan ketiga variasi relatif sama, tetapi variasi pertama agak lebih sulit ditemukan dibandingkan kedua variasi lainnya. Kondisi pecahan ini yang UNC sangat sukar ditemukan sehingga harganyapun relatif tinggi.


Pecahan 25 rupiah seri kebudayaan 1952 lengkap dengan variasi nomor seri




Pecahan 50 rupiah:

Terdiri dari 2 variasi nomor seri yaitu 2 huruf dan 3 huruf. Kondisi UNC untuk pecahan ini sulit dicari dan bernilai cukup tinggi.
Pecahan 50 rupiah 1952 dengan 2 variasi nomor seri


Pecahan 100 rupiah:

Terdiri dari 2 variasi, yaitu 2 huruf yang lebih sulit ditemukan dan 3 huruf yang lebih mudah didapat. Kondisi Fine atau Very Fine sangat mudah ditemukan tetapi untuk kondisi UNC nya amat sangat sulit didapat.
.
Pecahan 100 rupiah 1952 lengkap dengan 2 variasi nomor seri


Harap diperhatikan bahwa pecahan 100 sangat banyak dipalsukan, sehingga untuk para pemula harap berhati2 bila tidak ingin tertipu. Perbedaan antara yang asli dengan yang palsu cukup sulit dijelaskan, tetapi secara umum terletak pada tanda air nya dimana yang palsu mempunyai tanda air yang jelas terlihat dari sisi belakang walaupun tidak diterawang. Selain itu yang palsu kebanyakan mempunyai kondisi sangat baik dan bernomor seri 2 huruf (biasanya ZG). Harap perhatikan gambar yang saya lampirkan, uang yang bagian atas adalah asli dan yang bawah adalah palsu.


Bagian depan uang asli (atas) dan palsu (bawah), pada yang palsu kertas licin dan gambar muka lebih kasar.



Lebih mudah mengenali keaslian uang dari sisi bagian belakang, dimana tanda air yang palsu (bawah) tampak jelas walaupun tidak diterawang.

Pecahan 500 rupiah:

Juga terdiri dari variasi 2 huruf (sedikit lebih sukar) dan 3 huruf. Pecahan ini mempunyai nomor seri yang dimulai dengan huruf X sehingga sering diartikan sebagai seri pengganti. Sepengetahuan saya belum pernah saya melihat nomor seri yang dimulai selain dari huruf X. Pecahan ini mempunyai tingkat kesulitan tinggi sekali terutama untuk kondisi UNC nya.


Pecahan 500 rupiah 1952 variasi dua dan tiga huruf


Pecahan 1000 rupiah:
Merupakan pecahan tertinggi dari seri ini, bergambar patung relif Hindu yang sangat menarik. Diburu oleh semua kolektor mancanegara dan sangat-sangat sukar mendapatkannya dalam kondisi UNC, apalagi amat sangat banyak ditemukan palsunya. Perbedaan antara asli dengan yang palsu selain terletak pada tanda airnya seperti yang saya jelaskan pada pecahan 100, juga terletak pada nomor serinya dimana yang palsu biasanya terdiri dari 2 huruf. Terdapat dua variasi nomor seri yaitu 2 huruf dan 3 huruf dan selalu dimulai dengan huruf W. Patut diingat bahwa tidak seperti pecahan lainnya dimana variasi 2 huruf lebih sulit ditemukan, pada pecahan ini justru variasi 3 huruf yang lebih sulit didapatkan.


Pecahan 1000 rupiah 1952 variasi dua dan tiga huruf

Saya sertakan juga perbandingan gambar yang asli (atas) dengan yang palsu (bawah). Perhatikan tanda airnya yang terlihat dengan jelas dari bagian belakang.

Perbandingan yang asli (atas) dan palsu (bawah)

Bentuk-bentuk SPECIMEN
Seri kebudayaan 1952 juga terdapat dalam bentuk SPECIMEN dan PROOF yang bernomor seri 012345 dan 067890 bukannya 000000 seperti pada seri2 yang lain. Bentuk SPECIMEN dan PROOF ini bernilai sangat tinggi dan sangat sukar didapatkan.

Pecahan 5 rupiah 1952 SPECIMEN tanpa nomor seri





Pecahan 25 rupiah PROOF bernomor seri 012345-067890




Pecahan 100 rupiah 1952 PROOF




Pecahan 500 rupiah 1952 PROOF, perhatikan perbedaan warna antara keduanya



Specimen 1000 rupiah 1952 bernomor seri XZ012345-XZ067890

.
.
 
Specimen 500 rupiah bernomor seri XZ012345-XZ067890

.
.
Kesimpulan dari seri kebudayaan 1952 :
a. Memiliki corak yang sangat menarik dan diburu oleh banyak kolektor mancanegara.
b. Terdapat jenis palsunya untuk pecahan 100 dan 1000 rupiah.
c. Memiliki tingkat kesulitan cukup tinggi untuk kondisi UNC nya

d. Terdapat bentuk-bentuk SPECIMEN dan PROOF yang sangat langka
e. Urutan tingkat kesulitan (untuk kondisi UNC) :

1. Pecahan 1000 rupiah asli, terutama untuk variasi 3 huruf
2. Pecahan 100 rupiah asli
3. Pecahan 500 rupiah
4. Pecahan 50 rupiah
5. Pecahan 5 rupiah variasi 1 huruf
6. Pecahan 25 rupiah
7. Pecahan 5 rupiah variasi lainnya
8. Pecahan 10 rupiah
9. Pecahan 100 dan 1000 rupiah palsu
.
.
.Kritik dan saran hubungi : arifindr@gmail.com
Sumber
Koleksi pribadi dan sumbangan gambar dari teman2 kolektor

1950 (seri RIS)

Seri Republik Indonesia Serikat (1950)
Terdiri dari pecahan 5 dan 10 rupiah

Seri Republik Indonesia Serikat (RIS) yang bertanggal 1 Djanuari 1950 ini merupakan seri pengganti uang ORI, dicetak oleh Thomas De La Rue and Co. Ltd. London dan ditandatangani oleh Mr. Sjafruddin Prawiranegara.

Seri yang beredar hanya terdiri dari 2 pecahan yaitu 5 dan 10 rupiah. Dalam kondisi biasa (bukan UNC) kedua pecahan ini sangat mudah ditemukan dan hanya berharga puluhan ribu rupiah saja. Tetapi dalam kondisi UNC kedua pecahan ini memiliki tingkat kesulitan cukup tinggi.

Pecahan 5 rupiah bernomor seri D/1 sampai dengan D/11 sedangkan pecahan 10 rupiah dari E/1 sampai dengan E/19. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pecahan 5 lebih sedikit beredarnya dibanding pecahan 10. Tidak heran bila harga pecahan 5 UNC lebih tinggi dibandingkan pecahan 10 nya.


Seri RIS 5 dan 10 rupiah


Selain kedua pecahan tersebut, terdapat juga seri specimen yang bernomor seri 000000 dan seri proof yang terdiri dari pecahan 5, 10, 25, 50 dan 100 rupiah yang rencananya dicetak oleh Security Banknote Company yang mencetak seri pemandangan alam 1951 dan 1953. Seri proof ini dilelang di Amerika beberapa waktu yang lalu dan dihargai US$1500 s/d $3000.



RIS 100 rupiah Proof (SBNC)




RIS 10 rupiah specimen (TDL and Co)



RIS specimen bernomor seri 000000



Salah satu bentuk vignete yang tidak lazim yang rencananya akan dikeluarkan oleh Bank Sirkulasia Indonesia. Terjual dalam lelang seharga 15 juta rupiah lebih. Bila ada diantara teman-teman yang mengetahui cerita tentang uang ini dimohon menghubungi penulis.
Kesimpulan seri RIS
1. Sukar untuk mencari kondisi UNC nya
2. Harga pecahan 5 rupiah lebih mahal dibandingkan 10 rupiah
3. Terdapat bentuk specimen dan proof yang sangat langka dan bernilai tinggi

Kritik dan saran hubungi arifindr@gmail.com

1949 (seri ORI Baru)

Seri ORI Baru memiliki tingkat kesulitan sangat tinggi, semua pecahannya sangat sukar didapatkan sehingga para kolektor, bahkan yang senior sekalipun seringkali mengalami kesulitan untuk mendapatkan dan melengkapi seri ini. Karena tingkat kesulitannya sangat tinggi maka tidak heran harganya juga tinggi.


Seri ini terdiri dari pecahan2 bernilai kecil, dimulai dari 10 sen (ada dua warna), 1/2 rupiah (juga ada dua warna), 1 rupiah, 10 rupiah (dua variasi) dan 100 rupiah (ada variasi uncutnya). Semuanya bertanggal Djokjakarta 17 Agustus 1949 dan ditandatangani oleh Mr. Loekman Hakim.

Pecahan 10 sen Hijau

Walaupun nominalnya kecil, uang ini sangat sukar didapatkan. harganyapun fantastis bila dibandingkan nilai atau kualitasnya. Harga perlembar kondisi biasa sekitar Rp. 500 ribuan perlembar sedangkan bila UNC bisa mencapai Rp. 1,5 juta.



Pecahan 10 sen ORI Baru (hijau)



Pecahan 10 sen Merah

Juga sulit untuk didapatkan, nilainya sedikit dibawah pecahan 10 sen yang hijau.



Pecahan 10 sen ORI Baru (merah)


Pecahan 1/2 rupiah Hijau

Tingkat kesulitannya sangat tinggi, setara dengan pecahan2 kecil lainnya. Harga perlembar kurang lebih sama dengan pecahan 10 sen hijau.


Pecahan 1/2 rupiah ORI Baru (hijau)



Pecahan 1/2 rupiah Merah
.

Juga sangat sulit ditemukan, harga relatif sama dengan di atas. Keempat pecahan terkecil ini tidak mempunyai nomor seri.



Pecahan 1/2 rupiah ORI Baru (merah)



Versi palsu
.

Karena tidak adanya pengaman yang baik, ORI Baru tidak lepas dari pemalsuan. Saya tampilkan satu lembar contoh ORI baru palsu. Perhatikan perbedaannya, sulit bukan?



Pecahan 1/2 rupiah ORI Baru (palsu) kertas licin dan gambar tampak lebih kasar
.


Pecahan 1 rupiah
.

Sangat sulit ditemukan dalam segala kondisi, harga perlembar sudah berkisar di 1/2 - 1 juta, apalagi jika kondisinya UNC, bisa 2 kali lipat lebih mahal.
.


 
Pecahan 1 rupiah ORI Baru



Versi Proof


Selain versi beredarnya yang mempunyai nomor seri, tenyata pecahan ini juga mempunyai versi proofnya yang berbeda warna dan tidak mempunyai nomor seri maupun tanda tangan. Versi ini sangat langka dan bernilai tinggi sekali. Di lelang terakhir versi proof ini terjual seharga Rp.12,5 juta!!




Pecahan 1 rupiah ORI Baru (proof), perhatikan perbedaan warnanya.


Pecahan 10 rupiah (hitam)

Sangat sukar didapatkan bahkan untuk kondisi jeleknya sekalipun, bernilai sangat tinggi bisa mencapai angka 1 sampai 4 juta rupiah perlembarnya. Saya belum bisa mendapatkan gambar yang memadai dari uang ini, mohon partisipasi pembaca yang memilikinya. Gambar di bawah saya ambil dari buku katalog uang kertas Indonesia (KUKI).


Pecahan 10 rupiah ORI Baru (hitam-kuning)

Pecahan 10 rupiah (coklat)

Gambar mirip dengan versi yang hitam, tetapi berbeda warna, baik warna uangnya maupun warna tanda tangannya. Perhatikan perbedaannya dengan teliti karena harga lebih murah sekitar 1/2 nya dari versi yang hitam.

Pecahan 10 rupiah ORI Baru (coklat-merah)

Pecahan 100 rupiah

Terdiri dari 2 bentuk yaitu yang tanpa nomor seri (lebih murah) dan yang bernomor seri (lebih mahal). Tetapi sampai saat ini masih terjadi kontroversi mengenai nomor serinya. Sebagian kolektor mengatakan bahwa uang ini sebenarnya tanpa nomor seri tetapi oleh orang2 tertentu sengaja di cetak sehingga mengakibatkan nilai jual menjadi lebih tinggi. Bagi para pemula diharapkan tidak tertipu dengan uang yang bernomor seri karena mungkin saja palsu, perhatikan tipe huruf dan angka pada nomor seri di bawah ini.

Pecahan 100 rupiah baru variasi bernomor seri, perhatikan bentuk nomor serinya.


Versi proof

Selain versi biasanya, ternyata ditemukan juga veri proof yang berwarna hitam, tentu saja versi ini memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Di lelang tahun 2008 versi ini terjual seharga 8 juta rupiah!
Pecahan 100 rupiah baru versi proof

Pecahan 100 rupiah Uncut

Terdiri dari 2 lembar pecahan 100 rupiah yang belum di potong. Variasi ini terdiri dari 2 jenis yaitu yang bernomor seri dan tanpa nomor seri. Yang tanpa nomor seri berharga sekitar Rp.750 ribu sedangkan yang bernomor seri jauh lebih langka dan tentunya bernilai jauh lebih tinggi.





Pecahan 100 rupiah ORI Baru (uncut)
Kesimpulan:
1. Memiliki tingkat kesulitan sangat tinggi.
2. Sangat jarang didapatkan yang berkondisi baik
3. Terdapat versi palsunya
4. Terdapat bentuk2 yang tidak lazim (proof)
5. Urutan tingkat kesulitan:
- 10 rupiah hitam-kuning
- 10 rupiah coklat-merah
- 1 rupiah
- 1/2 rupiah baik merah maupun hijau
- 10 sen hijau disusul 10 sen merah
- 100 rupiah bernomor seri
- 100 rupiah tanpa nomor seri dan uncut

Karena tingkat kesulitan ORI baru ini sangat tinggi, saya mengalami kesukaran untuk menampilkan gambar-gambar yang baik sehingga untuk saat ini hanya inilah yang maksimal dapat saya lakukan. Bila ada diantara para pembaca yang memiliki uang2 seri ini tetapi dengan kualitas yang lebih baik daripada gambar-gambar di atas, dan bersedia untuk mengirimkan fotonya kepada saya, maka dengan senang hati saya akan menerimanya.
.Kritik dan saran hubungi : arifindr@gmail.com